Selamat Datang di Program Literasi Digital

SD Negeri 018 Bengalon

Tentang

Program Literasi Digital

Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.

Program Literasi Digital literasi ini dikembangkan dalam rangka pembangunan budaya literasi di sekolah kami. Dengan Program Literasi Digital ini, kami berharap mampu mendorong warga sekolah untuk lebih termotivasi dalam membaca dan berkarya. Ini akan menjadi bekal penting bagi peningkatan mutu pendidikan dan kualitas generasi pembawa perubahan di masa depan.

Program Literasi Digital ini tercipta, berkat kerja sama antara Sekolah dan Nyalanesia. Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) yang diselenggarakan Nyalanesia, kami juga berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional.

Selamat bertualang, dan salam #NyalakanMasadepan!

Tim Literasi Sekolah

Muliyanto CH, S.Pd

Pembina Tim Literasi Sekolah

Ika Wulandari, S.Pd

Ketua Tim literasi sekolah

Petrus damianus dede, S.Fil

Sekertaris Tim literasi sekolah

Cut Nurhayati, S.Pd

Bendahara

Program Literasi Sekolah

Visi dan Misi Literasi

Mewujudkan SD Negeri 018 Bengalon sebagai sekolah berbudaya literasi yang unggul, di mana setiap siswa menjadi pembaca aktif, kreatif, dan kritis, yang mampu melestarikan nilai-nilai budaya serta berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang cerdas dan berkelanjutan.

  1. Membangun kebiasaan membaca harian melalui program pembiasaan seperti “15 Menit Membaca Setiap Pagi” untuk meningkatkan minat dan kemampuan baca siswa.
  2. Menyediakan lingkungan literasi yang kaya dan menarik, termasuk pojok baca bertema budaya Dayak-Kutai, guna memperkaya pengetahuan siswa tentang warisan lokal Kaltim.
  3. Mengembangkan kreativitas siswa melalui kegiatan lomba literasi kreatif, seperti mendongeng dan pembuatan cerita bergambar, yang mengintegrasikan elemen budaya dan lingkungan sekitar.
  4. Melibatkan keluarga dan masyarakat dalam program literasi, seperti “Baca Bareng Orang Tua”, untuk memperkuat dukungan dari rumah dan memperluas dampak literasi hingga ke luar sekolah.
  5. Mengintegrasikan literasi digital dan ekologi dalam pembelajaran, melalui program “Hari Literasi Digital & Lingkungan”, agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak sambil peduli terhadap kelestarian hutan, sungai, dan rehabilitasi tambang di Kaltim.

Target Literasi Sekolah

  1. Target Minat Baca Siswa Pada akhir tahun ajaran 2027/2028, 100% siswa kelas 1–6 memiliki kebiasaan membaca buku nonpelajaran minimal 15 menit setiap hari dan mampu membaca lancar sesuai tingkat kelasnya, dibuktikan dengan catatan jurnal membaca pribadi dan asesmen kemampuan membaca sekolah.
  2. Target Kunjungan dan Pemanfaatan Perpustakaan/Pojok Baca Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah kunjungan siswa ke perpustakaan sekolah atau pojok baca kelas meningkat menjadi minimal 85% dari total siswa setiap bulannya, serta tercapai rasio peminjaman buku minimal 4 buku per siswa per semester.
  3. Target Karya Literasi Siswa Setiap siswa kelas 3–6 menghasilkan minimal 3 karya tulis kreatif (cerita bergambar, puisi, laporan baca, atau resensi) per tahun ajaran, yang dikumpulkan dalam bentuk portofolio literasi pribadi dan dipamerkan di sekolah.
  4. Target Keterlibatan Keluarga dan Masyarakat Pada tahun 2027, minimal 70% orang tua/wali murid aktif berpartisipasi dalam kegiatan literasi keluarga (Baca Bareng Orang Tua, pinjam buku ke rumah, atau mendongeng) yang dibuktikan dengan buku catatan literasi keluarga dan daftar hadir kegiatan.

Target Literasi Digital dan Lingkungan Seluruh siswa kelas 4–6 mampu membuat minimal 1 karya digital sederhana (review buku dalam bentuk video pendek, poster digital, atau jurnal tanam pohon) yang menggabungkan literasi digital dengan kepedulian lingkungan Kaltim (hutan, sungai, rehabilitasi lahan tambang) setiap tahun ajaran, serta 100% siswa memahami etika penggunaan internet yang aman.

Blog Literasi